• Sejarah Berdirinya Kampung Islam Gelgel

    9 August 2015
    2381 Views
    Comments are off for this post
    sejarah

    Berita masuknya Islam di Bali dapat diketahui dari beberapa sumber,baik sumber-sumber lokal maupun asing. Dari cerita yang turun temurun diperoleh informasi bahwa orang-orang Islam pertama datang ke Gelgel (Pusat pemerintahan di Bali sejak abad ke XIV ) ialah sebagai pengiring Dalem (Raja) dari Majapahit.

    Sebagai pengiring  Mereka datang keBali sebanyak 40 orang. Kedatangan orang-orang tersebut terjadi pada masa pemerintahan Dalem  Ketut Ngelesir ,Raja Gelgel  ke I, sebab kunjungan ke Majapahit,hanya pernah dilakukan oleh Dalem Ketut Ngelesir dalam  jaman Gelgel.

    Dan orang-orang Islam yang  40 orang itu lebih bertindak selaku abdi Dalem pada saat itu,dan Mereka diberi tempat disebelah timur pusat pemerintahan Raja Gelgel,dan itu terjadi diperkirakan pada tahun 1462 M.

    Kemudian mereka mendirikan tempat tinggal dan tempat ibadah seadanya ,dengan bertiangkan batang pohon kelapa dan beratapkan alang-alang.Seiring dengan perjalanan waktu jumlah  Mereka turus bertambah banyak ,akhirnya mendirikan sebuah perkampungan yang sekarang dikenal dengan nama Desa Kampung Gelgel dan sebuah Masjid yang  bernama “Masjid Nurul Huda”.

    Sejak berdiri Masjid Nurul Huda dari zaman Kerajaan Gelgel   telah mengalami beberapa tahapan renovasi dan rehab,sampai akhirnya pada tahun 1989 M bertepatan dengan tahun 1409 H. Masjid Nurul Huda  Dibangun ulang dengan konstruksi beton lantai II,dan bagian atapnya masih tetap mempertahankan bentuk aslinya. Dan renovasi terakhir dilakukan pada Tahun 2010 M /Tahun 1431 H.

    Sejak awal berdiri semenjak kerajaan Gelgel ,Masjid ini bernama “Masjid Nurul Huda” yang berarti “cahaya petunjuk”sampai sekarang belum berganti nama,dan jenis tipologi masjid ini adalah “Masjid Bersejarah” meskipun bukti-bukti sejarah hampir tidak bisa dipertahankan karena termakan usia,namun diyakini Masjid inilah yang pertama kali dibangun di Bali seiring dengan masuknya Islam pertama ke Bali.

    Continue Reading